12 Daftar Broker Forex Penipu dan Tips Menghindarinya

Walaupun telah banyak aturan yang memperbolehkan perdagangan valuta asing seperti forex namun bukan berarti jalan yang dilakukan selalu aman. Pengawasan yang dilakukan badan pemerintahan terkait pun masih menemui adanya daftar broker forex penipu di Indonesia. 

Sama seperti di dunia industri lain, para penipu ini akan mengincar orang-orang baru yang masih awam dengan dunia ini. Jadi, tak jarang para korban bahkan bisa kehilangan ratusan sampai miliaran rupiah. 

Namun, akhir-akhir ini regulasi sudah diterapkan secara ketat sehingga ruang gerak para broker penipu sangat terbatas dan jarang lagi terjadi. Untuk lebih jelasnya, simak daftar broker penipu di bawah ini beserta kasus yang dilakukannya:

Daftar broker forex penipu

Terdapat beberapa  daftar broker forex yang perlu diketahui untuk menghindari adanya penipuan. Inilah nama-nama perusahaan broker penipu yang harus dihindari saat melakukan trading forex, diantaranya adalah:

1. Binomo

Sudah jelas broker forex yang sedang ramai dibicarakan masyarakat Indonesia ini merupakan penipu. Binomo merupakan perusahaan luar negeri yang digunakan sebagai platform trading dengan berbagai macam komoditas seperti forex. Dengan Binomo nasabah dapat melakukan bermacam teknik trading, misalnya binary options.

Teknik binary options inilah yang akhirnya menjadi permasalahan karena dinilai memiliki mekanisme yang tidak tepat. Terlebih Binomo belum menjadi perusahaan ilegal di Indonesia. Bahkan OJK dan Bappebti sudah pernah memblokir situs dari dari perusahaan ini.

2. Sunton Capital Ltd

Di tahun 2021 perusahaan broker yang mengaku asal Inggris ini sempat menghebohkan masyarakat Indonesia. Kasus ini bermula dari mencuatnya salah satu akun pengguna Twitter yang mengungkapkan modus Sunton Capital. Broker ini menjanjikan profit 5% – 20% per harinya bahkan sempat membayar bunga di awal-awal. Namun saat pamit melakukan perbaikan sistem grafik Sunton Capital dimanipulasi total.

3. Quotex

Perusahaan broker yang menipu selanjutnya yakni Quotex. Dengan berbagai instrumen seperti mata uang crypto dan forex, Quotex menyediakan layanan trading. Perusahaan luar negeri ini juga tak mengantongi izin dari Bappebti. Meski beberapa kali telah diblokir OJK dan Bappebti namun nasabah masih dapat mengaksesnya menggunakan VPN.

✅Baca Juga :  Ini Dia 6 Pertanyaan Seputar Saham yang Sering Ditanyakan

Quotex menjadi ramai karena di-endorse oleh Doni Salmanan yang saat ini dinyatakan tersangka kasus penipuan. Banyaknya orang yang mengikuti jejak Doni agar dapat meraup keuntungan sebanyak-banyaknya akhirnya harus kecewa. Bukannya profit yang didapat para nasabah justru rugi besar-besaran, bahkan modal yang dikeluarkan pun tidak bisa dikembalikan.

4. Arta Berjangka Nusantara

Selain perusahaan-perusahaan luar negeri, OJK dan Bappebti juga melakukan penindakan terhadap perusahaan lokal yang tak mengantongi izin. Apalagi bagi perusahaan broker yang melakukan penipuan dengan mengaku sebagai platform trading, seperti yang dilakukan Artha Berjangka Nusantara ini. Sebelumnya, perusahaan ini pernah legal di Indonesia pada 2008, tetapi adanya dugaan penipuan membuat izinnya dicabut Bursa Berjangka Jakarta.

5. Forex Metal

Sempat mempunyai lisensi dari IFSC Belize, kini Forex Metal akhirnya dilakukan penutupan karena adanya aduan dari nasabah yang tak bisa mengambil dananya. Tahun 2007 Forex Metal didirikan di Panama dan tahun 2014 resmi ditutup oleh pemerintah Indonesia. Namun sayangnya, hingga kini masih ada ditemukan perusahaan broker yang menggunakan logo dan sama dengan perusahaan Forex Metal.

6. Forex Place atau 4XP

Perusahaan ini belum mendapat izin atau legalitas operasi di Indonesia jadi keberadaannya pantas diragukan. 4XP juga melakukan pembohongan publik. Di tahun 2007 perusahaan ini mengaku mempunyai izin operasi dari British Virgin Island yang bertempat di kantor pusatnya. Namun tahun 2013 otoritas keuangan di negaranya menyatakan secara resmi bahwa Forex Place tidak mengantongi izin sama sekali.

7. Buana Investment Global Futures

Sementara daftar broker forex penipu selanjutnya yakni Buana Investment Global Futures. Pencabutan izin perusahaan ini dilakukan dari tanggal 7 januari 2011 oleh Bappebti dan BBJ. Sama seperti kebanyakan perusahaan penipu, Buana Investment Global Futures juga dicabut izinnya karena menggelapkan dana milik nasabah.

✅Baca Juga :  Trading Forex Menurut MUI

8. Graha Finesa Berjangka

Hampir sama seperti yang terjadi pada Artha Berjangka Nusantara. Graha Finesa Berjangka juga mengalami pencabutan izin operasi di tahun 2008 oleh Bursa Berjangka Jakarta. 

Tak tanggung-tanggung, broker ini diduga telah menggelapkan dana 2,1 triliun rupiah milik nasabah. Total ada 18 nasabah yang melaporkan Graha Finesa Berjangka ke Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta sebagai perusahaan broker penipu.

9. Arta Mas Futures

Perusahaan yang dulunya bernama Bimasakti Berjangka ini dicabut izinnya oleh Bappebti. Hal ini dilakukan sebab perusahaan ini telah membekukan keanggotaannya. Arta Mas Futures juga telah dilaporkan oleh nasabahnya ke pengadilan karena menipu. Dana nasabah yang merugi sebesar 2,48 miliar rupiah, 760,61 juta rupiah, dan 30,39 juta rupiah di masing-masing nasabah.

10. Axo Capital Futures

Bappebti mencabut izin Axo Capital Futures di tanggal 30 Juni 2014. Bappebti juga melakukan pencabutan karena menemukan banyak kecurangan atau pelanggaran. Masalah yang muncul misalnya, Axo Capital Futures sudah merelokasikan kantor dari bisnis. Uang nasabah juga terbukti telah digunakan untuk dana operasional perusahaan. Axo Capital Future juga melakukan penyembunyian laporan dari Lembaga Kliring Berjangka Indonesia.

11. Cayman Trust Futures

Lisensi perusahaan broker ini dicabut tanggal 9 September 2008 oleh Bappebti. Cayman Trust Futures diduga telah dibekukan status anggotanya oleh Bursa Berjangka Jakarta. Pelanggaran yang signifikan terbukti telah dilakukan oleh Cayman Trust Futures misalnya dengan menyimpan dana nasabahnya di akun berbeda.

Dana dari nasabah juga disalahgunakan untuk tujuan operasional bisnis hingga membuatkan rekening untuk perusahaan broker lainnya. Oleh karena itu, nasabah jadi kesulitan saat menarik dananya. Cayman Trust Futures juga memanipulasi data laporan bulanan terhadap Bappebti, BBJ, dan KBI.

12. Danagraha Futures

Danagraha Futures adalah perusahaan penipu yang baru saja dilakukan pencabutan izin Bappebti. Sedangkan, pada tanggal 9 Juli 2018 BBJ juga resmi mencabut keanggotaannya. 

Kerugian yang ditanggung hingga mencapai 6% di setiap saat dengan janji yang dilakukan untuk penarikan dana investor atau pedagang. Lewat pasar perdagangan 2%-3% per bulannya. Sementara nasabah Danagraha mendapati kerugian sampai 14 miliar rupiah.

✅Baca Juga :  Daftar Apk Trading Tanpa Deposit Yang Perlu Diketahui

Tips memilih broker terpercaya

Dalam melakukan sebuah trading haruslah mengetahui beberapa tips yang harus dilakukan agar terhindar dari perusahaan-perusahaan broker penipu. Berikut ini adalah tips agar tidak terjebak broker penipu:

1. Cek legalitasnya

Seorang nasabah wajib mengetahui legalitas dari perusahaan broker yang dituju. Karena bila terjadi kerugian atau penggelapan dana nasabah tidak akan mendapat apapun. Cek apakah broker tersebut memiliki legalitas seperti dari Bappebti, OJK, atau BBJ.

2. Forex bukanlah reksa dana

Berbeda dengan reksa dana yang asetnya dikelola oleh manajer investasi, forex harus dikelola sendiri. Jadi jangan percaya bila mendapati seseorang yang menawarkan jasa untuk mengelola forex. Hal tersebut sangat berbahaya dan melanggar aturan yang ditetapkan Bappebti.

3. Jangan percaya janji profit besar

Dunia trading hampir sama dengan dunia bisnis. Jadi, untuk mendapat untung berlimpah harus ada kerja keras dan waktu yang dikorbankan. Bahkan terkadang bisa menemui kerugian dan keuntungan. Jadi jangan percaya bila ada yang memberikan iming-iming keuntungan yang bisa didapat dalam waktu singkat.

4. Pastikan memilih perusahaan kredibel

Selain itu, periksa juga kredibilitas dari perusahaan broker tersebut. Seperti memastikan alamat, situs, dan namanya dalam daftar Bappebti. Atau dengan melihat media massa yang membahas tentang perusahaan broker tersebut.

Kesimpulannya, memahami forex dan terjun ke dunia tersebut perlu berbekal ilmu yang cukup. Atau setidaknya dengan menyerap informasi terkait perusahaan broker yang dituju. 

Apalagi bagi orang awam yang baru saja terjun di dunia ini, biasanya akan lebih mudah menerima pengaruh yang diberikan oleh para penipu. Dengan daftar broker forex penipu tersebut setidaknya akan memberi gambaran bagaimana pola dan kasus yang terjadi jika memilih broker yang salah.

 

Back to top button